Optimalkan Mutu Pendidikan, LPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Lakukan Benchmarking ke UIN Surakarta
Lhokseumawe, 17 Desember 2025 – Upaya berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi Islam di Indonesia terus diperkuat melalui kolaborasi antar Lembaga Penjaminan Mutu (LPM). Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (Suna) Lhokseumawe melaksanakan kegiatan benchmarking ke LPM UIN Raden Mas Said Surakarta pada tanggal 11-12 Desember 2025.
Kedatangan rombongan UIN Suna Lhokseumawe disambut langsung oleh Sekretaris LPM UIN Raden Mas Said Surakarta, Bapak Fuad Muhammad Zein, M.Ud, beserta Kepala Pusat (Kapus) di lingkungan LPM, menandai komitmen bersama dalam perbaikan kualitas akademik dan kelembagaan. Dalam sambutan pembukaannya, Bapak Fuad Muhammad Zein menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif dan semangat perbaikan mutu yang dibawa oleh tim LPM UIN Suna Lhokseumawe.
"Kami sangat mengapresiasi semangat dan inisiatif tinggi dari tim LPM UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Semangat ini adalah kunci utama dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan perguruan tinggi kita," ujar Bapak Fuad Muhammad Zein. Beliau menekankan bahwa kolaborasi semacam ini sangat penting untuk saling berbagi praktik terbaik (best practices) dalam rangka mencapai standar mutu pendidikan yang lebih tinggi.
Sementara itu, Ketua LPM UIN Suna Lhokseumawe Dr. Rosimanidar, M.Si, menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas penyambutan yang diberikan oleh Tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta. "Kami sangat berterima kasih kepada Tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta atas penyambutan yang luar biasa, penuh dengan rasa kekeluargaan. Atmosfer ini membuat kami merasa nyaman dan siap untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya," ungkap ketua LPM UIN Suna Lhokseumawe.
Kegiatan benchmarking yang berlangsung selama dua hari ini difokuskan pada dua isu krusial dalam penjaminan mutu, yaitu implementasi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), serta pemanfaatan teknologi dalam sistem penjaminan mutu.
Mendalami SKPI, RPL, SPMI dan Sistem Digital Penjaminan Mutu: Kunci Sukses Benchmarking UIN Suna Lhokseumawe di UIN Raden Mas Said Surakarta.
Hari pertama kegiatan benchmarking diisi dengan presentasi mendalam mengenai Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Materi ini disampaikan oleh Ibu Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu LPM UIN Raden Mas Said, Dr. Nur Asiyah, M.A.
Dr. Nur Asiyah memaparkan implementasi SKPI dan RPL dengan sangat detail, mencakup regulasi, prosedur operasional, hingga tantangan dan solusi dalam pelaksanaannya. SKPI menjadi penting untuk memberikan informasi komprehensif mengenai capaian akademik dan non-akademik mahasiswa, sedangkan RPL membuka peluang bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja dan pembelajaran non-formal untuk mendapatkan pengakuan akademik.
"SKPI dan RPL adalah instrumen strategis untuk meningkatkan relevansi lulusan kita dengan kebutuhan dunia kerja dan juga sebagai bentuk penghargaan terhadap pembelajaran yang telah diperoleh di luar kampus," jelas Dr. Nur Asiyah.
Adapun tentang Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI): Pemaparan yang sangat komprehensif oleh Ibu Kapus Pengendalian Standar Mutu UIN Raden Mas Said Surakarta mengenai siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan peningkatan (PPEPP) mutu di UIN RM Said Surakarta.
Selanjutnya, pada hari kedua, fokus bergeser pada aspek digitalisasi penjaminan mutu. Materi mengenai Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu (Sipenjamu) disampaikan oleh Dr. Muhammad Nanang Qasim, M.Pd.I. Beliau mempresentasikan bagaimana Sipenjamu telah diimplementasikan secara efektif di UIN Raden Mas Said Surakarta untuk mempermudah proses audit mutu internal, pengelolaan dokumen standar, dan monitoring evaluasi secara real-time.
"Digitalisasi melalui Sipenjamu ini bukan hanya sekadar memindahkan proses manual ke komputer, tetapi juga memastikan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas seluruh siklus penjaminan mutu," papar Dr. Muhammad Nanang Qasim.
Di akhir kegiatan, Sekretaris LPM Bapak Fuad Muhammad Zein, M.Ud yang mewakili Ketua LPM UIN Raden Mas Said Surakarta menyampaikan harapan besar. "Kami berharap, apa yang telah dipelajari, mulai dari implementasi SKPI, RPL, hingga pemanfaatan Sipenjamu, dapat diadopsi dan dilaksanakan secara optimal di UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, ini adalah kontribusi kami untuk kemajuan bersama," tutupnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LPM UIN Suna Lhokseumawe beserta tim sekali lagi menyampaikan rasa terima kasih. LPM berkomitmen penuh untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan ilmu serta praktik terbaik yang diperoleh.
"Kami sangat berterima kasih atas ilmu yang sangat berharga ini. Besar harapan kami bahwa semua yang telah kami pelajari dapat segera kami laksanakan di UIN Suna Lhokseumawe, sesuai dengan harapan tim LPM UIN Raden Mas Said Surakarta," pungkas Ibu Dr. Rosimanidar, M.Si UIN Suna Lhokseumawe, menandai berakhirnya kunjungan benchmarking yang sukses dan penuh manfaat ini.